
Lebaran lagi..mudik lagi, cepet banget rasanya. Sudah menjadi tradisi masyarakat indonesia yang tinggal di perkotaan saat jelang lebaran tiba, selalu melakukan mudik ke kampung halaman untuk bertemu dengan orang tua atau sanak saudara dikampung. Suasana lebaran dikampung memang khas dan meriah, makanya tradisi mudik ke kampung selalu dilakukan setiap tahunnya oleh para pendatang di perkotaan. Tujuan utama dari mudik adalah silaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara, juga dengan tetangga atau teman2 kampung. Tradisi mudik bisa menjadi tali silaturahmi antara keluarga , saudara , tetangga dan teman2 lama di kampung. Itu nilai plus-nya, tapi menurut saya tradisi mudik mempunyai nilai minus jika dalam kondisi dipaksakan. Karena memang sudah jadi tradisi, menjadi seperti hukum "wajib" untuk mudik ke kampung setiap lebaran tiba.
Dalam kondisi kondisi keuangan yang mepet, banyak yang memaksakan untuk mudik. Padahal tujuan utama mudik adalah silaturahmi, silaturahmi sebenernya bisa dilakukan lewat telpon HP bila kondisi keuangan pas-pasan untuk mudik ke kampung. Kalo kita melihat berita di TV , siaran2 berita mulai lebaran H-7, angkutan umum mulai dari kereta api, bus, kapal laut dan kapal udara kondisinya sangat padat dan melelahkan. Yang mengendarai mobil pribadi dan motorpun juga padat di jalan raya, pokoknya melelahkan.
Jadi memang tradisi mudik itu nggak ada yang melarang, tapi kita harus berpikir ulang lagi dengan suasana padat jalan raya, bila kita tanpa persiapan yg matang dan keuangan yang pas-pasan, mendingan tunda dulu lah mudiknya, nggak usah maksain. Kita masih bisa bersilaturahmi dengan teknologi komunikasi yaitu HP, mudah, murah dan aman.
Ya semoga tulisan ini bermanfaat dan bagi yang mudik di kampung, hati2 di jalan, bagi yang nggak mudik..ya nggak usah sedih, Allah tidak mewajibkan umatnya untuk selalu mudik ke kampung disaat lebaran.......
No comments:
Post a Comment